{"id":726,"date":"2023-07-17T14:32:39","date_gmt":"2023-07-17T07:32:39","guid":{"rendered":"https:\/\/fkam.id\/?p=726"},"modified":"2023-07-17T14:32:39","modified_gmt":"2023-07-17T07:32:39","slug":"saat-shubuh-tiba","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/dev.fkam.id\/?p=726","title":{"rendered":"Saat Shubuh Tiba"},"content":{"rendered":"\n<p><strong>Saat Shubuh<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Saat Shubuh tiba, saatnya untuk mengerjakan sholat wajib Shubuh. Mengerjakannya dengan khusyu\u2019. Agar ringan mengerjakannya. Allah Subhanahu wa Ta\u2019ala berfirman:&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cDan mohonlah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan sholat. Dan (sholat) itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyu\u2019.\u201d &nbsp;(QS. Al-Baqarah: 45).<\/p>\n\n\n\n<p>Namun sebelum sholat wajib Shubuh, kita dapat mengerjakan sholat sunnah Fajar. Rasulullah Shallallahu \u2018Alaihi wa Sallam bersabda:<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cDua rakaat Fajar (sholat sunnah qobliyah Shubuh) lebih baik daripada dunia dan seisinya.\u201d (HR. Muslim).<\/p>\n\n\n\n<p>Ba\u2019da shubuhan, kita dapat berdzikir. Bila matahari sudah setinggi satu tombak, kita dapat mengerjakan sholat sunnah Syuruq.<\/p>\n\n\n\n<p>Adapun kalau tidak mengerjakan hal tersebut, hendaknya kita tetap memanfaatkan waktu pagi dengan sebaik-baiknya. Dengan mencari ilmu, mencari nafkah, maupun yang lainnya. Rasulullah Shallallahu \u2018Alaihi wa Sallam bersabda:<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cMenuntut ilmu itu wajib atas setiap Muslim.\u201d (HR. Ibnu Majah).<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cSatu dinar yang engkau keluarkan di jalan Allah, lalu satu dinar yang engkau keluarkan untuk memerdekakan seorang budak, lalu satu dinar yang engkau keluarkan untuk satu orang miskin, dibandingkan dengan satu dinar yang engkau nafkahkan untuk keluargamu maka pahalanya lebih besar (dari amalan kebaikan yang disebutkan tadi, pen).\u201d (HR. Muslim).<\/p>\n\n\n\n<p>Waktu pagi merupakan waktu yang berkah. Eman-eman menyia-nyiakannya. Misalnya untuk bobok, sementara keadaan yang ada tidak menuntutnya untuk sebaiknya tidur. Nabi Muhammad Shallallahu \u2018Alaihi wa Sallam bersabda:<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cYa Allah berikanlah berkah kepada umatku di pagi hari mereka.\u201d&nbsp;(HR. Abu Daud, Ibnu Majah, dan Tirmidzi).<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Saat Dhuha<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Dengan meningginya Mentari setinggi satu tombak, kita sudah diperbolehkan mengerjakan sholat sunnah Dhuha. Nabi Muhammad Shallallahu \u2018Alaihi wa Sallam bersabda:<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cAda sedekah (yang hendaknya dilakukan) atas seluruh tulang salah seorang dari kalian. Karena itu setiap tasbih adalah sedekah, setiap tahlil adalah sedekah, setiap takbir adalah sedekah, amar ma\u2019ruf adalah sedekah, nahi munkar adalah sedekah, dan dua rakaat sholat Dhuha mencukupi semuanya itu.\u201d (HR. Muslim).<\/p>\n\n\n\n<p>Namun demikian, waktu paling utama untuk mengerjakan sholat sunnah Dhuha adalah pada saat matahari terik. Sebagaimana hadits berikut ini:<\/p>\n\n\n\n<p>Zaid bin Arqam melihat sekelompok orang yang sedang melaksanakan sholat Dhuha. Kemudian ia mengatakan, mereka mungkin tidak mengetahui bahwa selain waktu yang mereka kerjakan saat ini, ada yang lebih utama. Rasulullah&nbsp;Shallallahu \u2018Alaihi wa Sallambersabda, \u201cSholat awwabin hendaknya dikerjakan ketika anak unta merasakan terik matahari.\u201d (HR. Muslim).<\/p>\n\n\n\n<p>Batasan akhir waktu sholat Dhuha ialah sebelum waktu larangan sholat. Yaitu ketika bayangan tepat berada di atas benda.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Saat Zhuhur<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Bila waktu Zhuhur tiba, saatnya untuk mengerjakan sholat wajib Zhuhur. Sebelumnya kita dapat mengerjakan sholat sunnah Rawatib dua rekaat. Ba\u2019da sholat Zhuhur kita dapat berdzikir kemudian mengerjakan sholat sunnah Rawatib dua rekaat.<\/p>\n\n\n\n<p>Lalu ba\u2019da Zhuhur kita dapat beristirahat. Kemudian dapat kembali bekerja, mempelajari ilmu, bepergian, atau hal lainnya.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Saat Ashar<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Saat Ashar datang, saatnya mengerjakan sholat wajib Ashar. Dengan sebelumnya, kita dapat sholat sunnah Rawatib dua rekaat. Sesudah sholat wajib Ashar, kita bisa berdzikir.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Saat Maghrib<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Shubuh, Zhuhur, Ashar sudah dilewati, kemudian tibalah waktu Maghrib. Bila saat Maghrib datang, hendaknya kita mengerjakan sholat wajib Maghrib. Sesudahnya, kita dapat berdzikir, lalu mengerjakan sholat sunnah Rawatib dua rekaat. Kemudian kita bisa membaca Al-Qur\u2019an, belajar, maupun kegiatan lainnya.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Saat Isya<\/strong><strong>\u2019<\/strong><strong><\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Bila saat Isya\u2019 datang, saatnya mengerjakan sholat wajib Isya\u2019. Sesudahnya, kita bisa berdzikir kemudian mengerjakan sholat sunnah Rawatib dua rekaat.<\/p>\n\n\n\n<p>Ba\u2019da Isya\u2019 saatnya untuk tidur. Kemudian kita bisa bangun dari tidur untuk mengerjakan sholat sunnah Tahajud yang merupakan sholat yang paling utama sesudah sholat wajib. Rasulullah Shallallahu \u2018Alaihi wa Sallam bersabda:<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cPuasa yang paling utama setelah puasa Ramadhan adalah (berpuasa pada) bulan Allah yang mulia (Muharram) dan sholat yang paling utama setelah sholat wajib adalah sholat malam.\u201d (HR. Muslim).<\/p>\n\n\n\n<p>Demikianlah hal yang dapat kita kerjakan dari shubuh hingga malam hari. Berbagai ibadah dan hal yang akan mendatangkan kebaikan.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Saat Shubuh tiba, saatnya untuk mengerjakan sholat wajib Shubuh. Mengerjakannya dengan khusyu\u2019. Agar ringan mengerjakannya. <\/p>\n","protected":false},"author":3,"featured_media":730,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[17],"tags":[],"class_list":["post-726","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-nasehat-kehidupan"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/dev.fkam.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/726","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/dev.fkam.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/dev.fkam.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dev.fkam.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/3"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dev.fkam.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=726"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/dev.fkam.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/726\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dev.fkam.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/730"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/dev.fkam.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=726"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/dev.fkam.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=726"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/dev.fkam.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=726"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}