{"id":5444,"date":"2024-08-12T09:45:49","date_gmt":"2024-08-12T02:45:49","guid":{"rendered":"https:\/\/fkam.id\/?p=5444"},"modified":"2024-08-12T09:45:49","modified_gmt":"2024-08-12T02:45:49","slug":"kelahiran-nabi-muhammad","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/dev.fkam.id\/?p=5444","title":{"rendered":"Kelahiran Nabi Muhammad"},"content":{"rendered":"\n<p><strong>Oleh: Dr. Muhammad Isa Anshory, M.P.I.<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Pada tahun terjadinya peristiwa Gajah, lahirlah Nabi Muhammad Shallallahu \u2018Alaihi wa Sallam<em>. <\/em>Mengenai hal ini, Abdullah bin Abbas Radhiyallahu \u2018anhuma berkata, \u201cNabi Shallallahu \u2018Alaihi wa Sallam dilahirkan pada tahun Gajah.\u201d (HR Abu Nu\u2018aim, <em>Dala-il An-Nubuwwah, <\/em>hlm. 84). Demikian juga, Qais bin Makhramah Radhiyallahu \u2018anhu berkata, \u201cAku dan Rasulullah Shallallahu \u2018Alaihi wa Sallam dilahirkan pada tahun Gajah. Jadi, kami dilahirkan pada tahun yang sama.\u201d (Hadits shahih diriwayatkan Ibnu Ishaq [1\/179]).<\/p>\n\n\n\n<p>Para ulama dan sejarawan juga bersepakat bahwa Nabi Muhammad dilahirkan pada hari Senin. Penentuan hari ini berdasarkan beberapa riwayat shahih. Di antaranya riwayat Abdullah bin Abbas Radhiyallahu \u2018anhuma, ia berkata, \u201cNabi lahir pada hari Senin, keluar berhijrah dari Makkah ke Madinah pada hari Senin, datang di Madinah pada hari Senin, meninggal pada hari Senin, dan mengangkat Hajar Aswad (saat renovasi Ka\u2018bah) pada hari Senin.\u201d (Hadits shahih diriwayatkan Imam Ahmad dalam <em>Musnad-<\/em>nya [1\/277]).<\/p>\n\n\n\n<p>Abu Qatadah Radhiyallahu \u2018anhumeriwayatkan, \u201cSeorang lelaki bertanya kepada Rasulullah Shallallahu \u2018Alaihi wa Sallam tentang puasa hari Senin, lalu beliau bersabda, \u2018Hari itu adalah hari kelahiranku dan hari diturunkannya wahyu kepadaku\u2019.\u201d (HR Muslim [1162\/197]).<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Tanggal Kelahiran<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Akan tetapi, para ulama dan sejarawan berbeda pendapat dalam menentukan tanggal kelahiran Nabi. Pendapat paling populer adalah beliau lahir pada malam Senin 12 Rabi\u2018ul Awal. Sejarawan Al-Mas\u2018udi menilai bahwa kelahiran Nabi terjadi lima puluh hari setelah kehadiran pasukan Gajah. Menurut Al-Mas\u2018udi, pasukan Gajah hadir pada Senin 13 Muharram dan mendekat ke Makkah pada 17 Muharram. Dengan demikian, kelahiran Nabi terjadi pada 8 Rabi\u2018ul Awal.<\/p>\n\n\n\n<p>Mahmud Al-Falaki Al-Mashri, pakar ilmu falak Mesir, menetapkan bahwa Nabi Muhammad lahir pada hari ke-55 setelah kekalahan tentara Gajah, yakni pada pagi tanggal 9 Rabi\u2018ul Awal 571 M. Ada juga yang menduga kelahiran beliau pada bulan Ramadhan, atau Muharram, atau Rajab. Demikianlah terlihat perbedaan pendapat menyangkut waktu kelahiran Nabi Muhammad Shallallahu \u2018Alaihi wa Sallam . (M. Quraish Shihab, <em>Membaca Sirah Nabi Muhammad dalam Sorotan Al-Qur<\/em><em>\u2019<\/em><em>an dan Hadits-Hadits Shahih, <\/em>hlm. 200-201).<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Proses Kelahiran<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Pada malam menjelang lahirnya Nabi Muhammad, Sayyidah Aminah berada di rumahnya. Ia merasakan sakit karena hampir tiba waktunya melahirkan. Ia segera memanggil dukun bayi, yaitu Asy-Syifa\u2019 bintu \u2018Amru bin \u2018Auf, ibunda Abdurrahman bin \u2018Auf. Di dekat Aminah saat itu ada Ummu Aiman Barakah Al-Habasiyah, budak wanita yang ditinggalkan oleh Abdullah. Kemudian datanglah Tsuwaibah budak wanita Abu Lahab dan Fathimah ibunda Utsman bin Abul \u2018Ash. Empat orang wanita inilah yang menemani dan membantu proses kelahiran Aminah.<\/p>\n\n\n\n<p>Menurut salah satu pendapat, Nabi Muhammad Shallallahu \u2018Alaihi wa Sallam dilahirkan bersamaan dengan terbitnya fajar. Begitu lahir, beliau segera digendong oleh Asy-Syifa\u2019. Nabi memandang ke arah langit. Ketika dilepaskan dari gendongan, Asy-Syifa\u2019 mendengar sebuah suara berucap, <em>\u201c<\/em><em>Rahimakallah <\/em>\u2013semoga Allah menyayangimu\u2013.\u201d<\/p>\n\n\n\n<p>Tsuwaibah segera menemui tuannya, Abu Lahab, untuk memberitahu kabar gembira kelahiran keponakannya. Mendengar berita bahagia ini, Abu Lahab merasa gembira. Ia lalu memerdekakan Tsuwaibah. Rasa gembira ini kelak bisa sedikit menolong nasib Abu Lahab di akhirat. Abbas bin Abdil Muththallib, paman Nabi, suatu ketika bermimpi bertemu Abu Lahab setelah kematiannya. Ia pun bertanya, \u201cApa yang dilakukan Allah kepadamu?\u201d Abu Lahab menjawab, \u201cAllah memasukkanku ke dalam Neraka. Akan tetapi, Dia meringankan adzab untukku setiap hari Senin karena dahulu aku bergembira dengan kelahiran Muhammad dan membebaskan Tsuwaibah.\u201d (Abdullah Abu Dzikri, <em>Yaumiyyat As-Sirah An-Nabawiyyah Al-Musyarrafah<\/em>, [1\/36-37]).<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Aqiqah dan Penamaan<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Kabar gembira tadi juga disampaikan kepada Abdul Muththallib, kakek Nabi, yang pada waktu itu sedang berada di sisi Ka\u2018bah. Dengan tergesa-gesa, Abdul Muththallib pulang ke rumah Aminah untuk melihat cucunya yang baru lahir. Bayi kecil itu dipeluk dan digendongnya, lalu dibawa ke sisi Ka\u2018bah. Di situ, ia menamai cucunya \u201cMuhammad\u201d. Setelah itu, Abdul Muththallib membawanya pulang kembali dan menyerahkannya kepada ibunya.<\/p>\n\n\n\n<p>Pada hari ketujuh setelah kelahirannya, Abdul Muththallib menyembelih beberapa ekor binatang dan menjamu karib dan sahabat-sahabatnya. Ketika itu, ia ditanya mengapa putra Abdullah itu dinamainya \u201cMuhammad\u201d berbeda dengan nama-nama leluhurnya. Abdul Muththallib menjawab, \u201cSaya berharap semoga ia menjadi orang yang terpuji berkali-kali di langit di sisi Allah dan di bumi di sisi makhluk.\u201d Menurut bahasa, kata <em>Muhammad <\/em>memang berarti orang yang terpuji berkali-kali. (H. Rus\u2018an, <em>Lintasan Sejarah Islam di Zaman Rasulullah, <\/em>hlm. 20).<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Disusui Tsuwaibah<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Air susu Sayyidah Aminah tidak keluar dengan lancar. Karena itu, Tsuwaibah ditugasi untuk menyusui Nabi Muhammad. Tidak lama sebelum kelahiran Nabi Muhammad, Tsuwaibah melahirkan seorang anak lelaki bernama Masruh. Tsuwaibah lah wanita yang pertama kali menyusui Nabi. Sebelum itu, Tsuwaibah juga menyusui Hamzah bin Abdil Muththallib, kemudian menyusui Abu Salamah bin Abdul Asad. Jadi, keduanya adalah saudara sepersusuan Nabi. (<em>Yaumiyyat As-Sirah An-Nabawiyyah<\/em>, [1\/37]).&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Pada tahun terjadinya peristiwa Gajah, lahirlah Nabi Muhammad Shallallahu \u2018Alaihi wa Sallam. Nabi Muhammad lahir di hari Senin.<\/p>\n","protected":false},"author":3,"featured_media":5570,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[20],"tags":[],"class_list":["post-5444","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-siroh-nabawiyah"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/dev.fkam.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/5444","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/dev.fkam.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/dev.fkam.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dev.fkam.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/3"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dev.fkam.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=5444"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/dev.fkam.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/5444\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dev.fkam.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/5570"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/dev.fkam.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=5444"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/dev.fkam.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=5444"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/dev.fkam.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=5444"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}